SOCIAL MEDIA

Dampak Psikologis dari Pandemi COVID-19

10/06/20


Penyebaran Corona Virus Disease-19 (COVID-19) telah dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO. COVID-19 telah menyebar luas ke berbagai benua dan negara. Pandemi COVID-19 bisa mempengaruhi kondisi psikologis masyarakat. Pandemi dapat menjadi stressor bagi individu. Stressor merupakan hal-hal yang menyebabkan stress. Reaksi emosi yang bisa muncul akibat pandemi COVID-19 misalnya takut, cemas, bosan, frustrasi, marah, depresi, dll.



Mengapa pandemi COVID-19 bisa mempengaruhi kondisi psikologis seseorang? 

1) Munculnya pandemi COVID-19 dapat dipersepsikan sebagai suatu krisis oleh individu. Pandemi COVID-19 dapat dikategorikan sebagai situational crisis yaitu krisis yang terjadi secara tiba-tiba dan tidakterduga. Dengan adanya persepsi pandemi COVID-19 sebagai suatu krisis, individu merasakan adanya ancaman terhadap jiwa, kesehatan, ekonomi, dan aspek-aspek kehidupan lainnya.

2) Individu meraskan adanya uncertainty (ketidakpastian). Efek dari pandemi yang sedang kita hadapi menimbulkan dampak seperti kegiatan ekonomi yang tersendat, sekolah diliburkan, kegiatan pembelajaran yang belum ditentukan pelaksanaannya, tempat ibadah yang dibatasi penggunaannya (bahkan sempat ditutup), dan kegiatan sosial yang mengerahkan massa yang tidak diperbolehkan. Dengan pertanyaan utama yaitu “kapan pandemi akan berakhir?” belum dapat dijawab, maka dampak-dampak tersebut masih akan kita hadapi sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan. Hal ini lah yang menimbulkan rasa ketidakpastian bagi individu.

3) Adanya loss of control (kehilangan kendali diri) yang dirasakan individu. Adanya ancamab, perubahan rutinitas, ketidakpastian, dan pembatasan kegiatan sosial-religi dapat menimbulkan hilangnya rasa kendali terhadap diri sendiri dan situasi yang dihadapi. Individu merasa ia tidak mampu berbuat apa-apa untuk mengendalikan situasi di sekelilingnya dan dampak yang dialaminya. Sebagai contoh, individu hanya bisa melihat angka pasien positif yang semakin hari semakin naik, tanpa dapat melakukan apa-apa. Ia juga tidak tahu tindakan yang perlu diambil untuk tetap mendapatkan penghasilan di tengah tersendatnya kegiatan perekonomian.

Ilustrasi dinamika psikologis yang mungkin terjadi di masyarakat:

Pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini dapat dipersepsikan sebagai suatu ancaman bagi individu dan masyarakat. Selain merasakan COVID-19 sebagai ancaman bagi kesehatan dan jiwa diri serta keluarga,perubahan drastis dan ketidakpastian yang terjadi dilingkungan dapat semakin membuat individu merasa terancam dengan adanya kemungkinan berkurangnya pendapatan, kehilangan pekerjaan, tidak mendapat pasokan bahan kebutuhan pokok, dan tidak mendapat peralatan kesehatan dasar. Muncul reaksi emosi seperti khawatir, takut, dan cemas. Reaksi emosi yang intens dapat membuat individu mengalami loss of control (tidak mampu mengendalikan diri dan situasi). Individu dapat mengambil tindakan ekstrim untuk mengembalikan rasa aman dan kontrol dalam dirinya seperti panic buying. Atau dapat mengalami perasaan helplessnes (tidak berdaya).

Tetapi tidak semua orang akan bereaksi sama. Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menganggapi stressor. Cara individu dalam menghadapi stressor disebut dengan coping mechanisme. Beberapa contoh perbedaan dalam menghadapi pandemi COVID-19 sebagai suatu stimulus:
1)      Acuh atau Menyepelekan. Individu tidak mempersepsi pandemi sebagai suatu ancaman atau krisis sehingga tidak menganggap perlu untuk mengambil tindakan berjaga-jaga atau antisipatif. Individu bisa juga memiliki belief (keyakinan/cara berpikir) akibat informasi yang salah atau ketidaktepatan dalam memaknai informasi
2)      Berusaha Logis. Individu berusaha membuat dirinya well informed sehingga ia dapat menilai dengan logis seberapa besar ancaman yang diakibatkan oleh pandemi dan berusaha untuk mengambil keputusan berdasar data-data atau informasi yang ia kumpulkan.
3)      Panik atau Cemas. Individu menilai pandemi sebagai situasi yang sangat sulit untuk dihadapinya. Coping mechanisme berkutat pada suasana emosi, belum menyasar pada problem focused coping.



Coping stress yang baik perlu menyasar pada kondisi emosi yang dirasakan dan fokus pada menyelesaikan permasalahan. Coping stress yang tepat dapat berdampak positif tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, orang di sekitar, dan masyarakat secara luas. Acuh atau menyepelekan bukan pilihan bijak karena selain dapat mengancam keselamatan diri dan lingkungan, juga dapat menyebarkan belief yang salah terkait COVID-19 sehingga dapat menurunkan kewaspadaan masyarakat.

Panik dan cemas juga memiliki dampak negatif bagi diri sendiri dan lingkungan, yaitu:
1)      Menurunkan daya tahan tubuh (imunitas) terhadap penyakit
2)      Dapat mengubah pola hidup sehat (mengurangi nafsu makan, tidak bisa tidur, makan berlebihan, konsumsi alkohol/obat-obatan, dll) yang berujung pada menurunkan daya tahan tubuh
3)      Keluarga dan orang terdekat bisa ikut cemas dan panik (terutama anak-anak dan remaja)
4)      Dapat memperburuk penyakit kronik yang dimiliki sebelumnya

Bagaimana coping mehanisme yang tepat dalam menyikapi pandemi? Klik di sini untuk membaca lebih lanjut.

Novita, M. Psi, Psi


Daftar Pustaka

APA.2020. Keeping Your Distance to Stay Safe. Diakses dari https://www.apa.org/practice/programs/dmhi/researchinformation/social-distancing

APA. 2020. Five Ways to View Coverage of the Coronavirus. Diakses dari https://www.apa.org/helpcenter/pandemics

Greenbaum, Z. 2020. Psychologist Lead Innovative Approach to Tackle Psychological Toll of COVID-19. 10 Maret 2020. Diakses dari https://www.apa.org/news/apa/2020/03/psychologist-covid-19

Morin, K. C. A., 2020. Psychological Crisis Types and Causes. 23 Januari 2020. Diakses dari www.verywellmind.com/what-is-a-crisis-2795061

Robinson, B. 2020. The Psychology of Uncertainty: How to Cope with COVID-19 Anxiety. 12 Maret 2020. Diakses dari https://www.forbes.com/sites/bryanrobinson/2020/03/12/the-psychology-of-uncertainty-how-to-cope-with-covid-19-anxiety/#1fd0cac1394a



Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Instagram