SOCIAL MEDIA


Kemandirian merupakan aspek penting yang perlu dilatih seiring dengan perkembangan anak. Anak yang mandiri cenderung memiliki kepercayaan diri yang baik. Saat mampu melakukan suatu kegiatan secara mandiri, ia menjadi yakin bahwa dirinya mampu untuk melakukan dan menyelesaikan sesuatu sendiri. Penguatan tersebutlah yang dapat mendorong terbentuknya kepercayaan diri anak. Tetapi hal tersebut juga tidak lepas dari pemberian positive reinforcement ketika anak berhasil melakukan tugas secara mandiri. Positive reinforcement tidak selalu dalam bentuk barang atau hadiah, bisa juga berupa pujian, ciuman, pelukan, dan kalimat-kalimat yang positif.

Keterampilan Merawat Diri

Salah satu cara mengasah kemandirian anak yaitu dengan melatih anak untuk menguasai life-skill sederhana seperti keterampilan merawat diri. TadikaAn-Nur mengangkat tema “Kesehatan Gigi” dalam salah satu pertemuannya sebagai salah satu bentuk pembelajaran keterampilan rawat diri. Berikut kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk belajar mengenai kesehatan gigi :


1.       Eksperimen Pengaruh Minuman dan Makanan pada Gigi

Menunjukkan efek minuman pada kulit telur

Aspek perkembangan yang disasar
  • Kognitif
  • Bahasa


Tujuan
  • Memberikan pengertian mengenai pengaruh makanan dan minuman terhadap gigi
  • Menambah kosakata terkait gigi (seperti gigi berlubang, gigi sehat, caries, gigi kuat,dsb)


Alat yang dibutuhkan
  • Telur rebus (tidak dikupas)
  • Wadah
  • Beberapa jenis makanan dan minuman (Tadika An-Nur menggunakan cola berwarna merah, susu coklat, dan teh)
  • Sikat gigi bekas
  • Pasta gigi (opsional)


Instruksi kegiatan
  • Sehari sebelum pertemuan, masukkan telur rebus dalam wadah berbeda (satu telur, satu wadah)
  • Masukkan minuman atau makanan hingga telur terendam penuh
  • Rendam antara 8-24 jam
  • Saat pertemuan, tunjukkan telur yang masih di wadah masing-masing
  • Tunjukkan bahwa terjadi perbedaan warna yang terjadi pada telur yang direndam
  • Jelaskan bahwa perubahan yang terjadi pada telur juga terjadi pada gigi kita jika tidak dibersihkan (lebih lanjut jelaskan bisa terjadi gigi berlubang atau caries)
  • Ajak anak membersihkan kulit telur dengan sikat gigi bekas
  • Jika tersedia pasta gigi, ajak anak melihat perbedaan yang terjadi antara kulit telur yang dibersihkan dengan dan tanpa pasta gigi
Ajak anak membersihkan kulit telur dengan sikat gigi bekas

Tunjukkan perubahan warna yang terjadi


2.       Berlatih Gosok Gigi

Roleplay gosok gigi

Aspek perkembangan yang disasar
Motorik halus

Tujuan
  • Melatih keterampilan anak dalam menggosok gigi
  • Mengasah motorik halus anak dengan memegang sikat gigi


Alat yang dibutuhkan
  • Gambar mulut dengan gigi yang terlihat
  • Plastik transparan atau map plastik transparan bening
  • Spidol Non-permanen
  • Sikat gigi bekas


Instruksi kegiatan
  • Masukkan gambar mulut ke dalam plastik atau map
  • Beri coretan di atas plastik atau map sebagai “bekas makanan” yang akan dibersihkan anak
  • Tunjukkan terlebih dahulu pada anak cara membersihkan gigi dengan sikat (gerakan naik turun dan gerakan memutar)
  • Persilakan anak untuk membersihkan gambar dengan sikat gigi bekas
Mengasah Motorik Halus

Gosok-gosok dengan sikat gigi bekas


3.       Praktik Gosok Gigi

Praktik gosok gigi

Aspek perkembangan yang disasar
  • Motorik halus
  • Life-skill


Tujuan
  • Melatih anak untuk menggosok gigi sendiri
  • Melatih motorik halus anak dengan memegang sikat gigi dan gelas (atau botol) air


Alat yang dibutuhkan
  • Gelas atau botol berisi air bersih
  • Sikat gigi
  • Pasta gigi


Instruksi kegiatan
  • Ajak anak menaruh pasta gigi di sikat giginya
  • Beri contoh cara memegang sikat gigi yang benar
  • Beri contoh cara menggosok gigi yang benar
  • Persilakan anak untuk menggosok gigi sendiri dan berkumur setelah selesai


Beri contoh


Ide bermain lainnya dapat ditemukan di sini

Vlog lengkap dari kegiatan tersebut dapat dilihat di sini:



Novita


Ide Bermain untuk Belajar tentang Kesehatan Gigi

12/11/19


Kemandirian merupakan aspek penting yang perlu dilatih seiring dengan perkembangan anak. Anak yang mandiri cenderung memiliki kepercayaan diri yang baik. Saat mampu melakukan suatu kegiatan secara mandiri, ia menjadi yakin bahwa dirinya mampu untuk melakukan dan menyelesaikan sesuatu sendiri. Penguatan tersebutlah yang dapat mendorong terbentuknya kepercayaan diri anak. Tetapi hal tersebut juga tidak lepas dari pemberian positive reinforcement ketika anak berhasil melakukan tugas secara mandiri. Positive reinforcement tidak selalu dalam bentuk barang atau hadiah, bisa juga berupa pujian, ciuman, pelukan, dan kalimat-kalimat yang positif.

Keterampilan Merawat Diri

Salah satu cara mengasah kemandirian anak yaitu dengan melatih anak untuk menguasai life-skill sederhana seperti keterampilan merawat diri. TadikaAn-Nur mengangkat tema “Kesehatan Gigi” dalam salah satu pertemuannya sebagai salah satu bentuk pembelajaran keterampilan rawat diri. Berikut kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk belajar mengenai kesehatan gigi :


1.       Eksperimen Pengaruh Minuman dan Makanan pada Gigi

Menunjukkan efek minuman pada kulit telur

Aspek perkembangan yang disasar
  • Kognitif
  • Bahasa


Tujuan
  • Memberikan pengertian mengenai pengaruh makanan dan minuman terhadap gigi
  • Menambah kosakata terkait gigi (seperti gigi berlubang, gigi sehat, caries, gigi kuat,dsb)


Alat yang dibutuhkan
  • Telur rebus (tidak dikupas)
  • Wadah
  • Beberapa jenis makanan dan minuman (Tadika An-Nur menggunakan cola berwarna merah, susu coklat, dan teh)
  • Sikat gigi bekas
  • Pasta gigi (opsional)


Instruksi kegiatan
  • Sehari sebelum pertemuan, masukkan telur rebus dalam wadah berbeda (satu telur, satu wadah)
  • Masukkan minuman atau makanan hingga telur terendam penuh
  • Rendam antara 8-24 jam
  • Saat pertemuan, tunjukkan telur yang masih di wadah masing-masing
  • Tunjukkan bahwa terjadi perbedaan warna yang terjadi pada telur yang direndam
  • Jelaskan bahwa perubahan yang terjadi pada telur juga terjadi pada gigi kita jika tidak dibersihkan (lebih lanjut jelaskan bisa terjadi gigi berlubang atau caries)
  • Ajak anak membersihkan kulit telur dengan sikat gigi bekas
  • Jika tersedia pasta gigi, ajak anak melihat perbedaan yang terjadi antara kulit telur yang dibersihkan dengan dan tanpa pasta gigi
Ajak anak membersihkan kulit telur dengan sikat gigi bekas

Tunjukkan perubahan warna yang terjadi


2.       Berlatih Gosok Gigi

Roleplay gosok gigi

Aspek perkembangan yang disasar
Motorik halus

Tujuan
  • Melatih keterampilan anak dalam menggosok gigi
  • Mengasah motorik halus anak dengan memegang sikat gigi


Alat yang dibutuhkan
  • Gambar mulut dengan gigi yang terlihat
  • Plastik transparan atau map plastik transparan bening
  • Spidol Non-permanen
  • Sikat gigi bekas


Instruksi kegiatan
  • Masukkan gambar mulut ke dalam plastik atau map
  • Beri coretan di atas plastik atau map sebagai “bekas makanan” yang akan dibersihkan anak
  • Tunjukkan terlebih dahulu pada anak cara membersihkan gigi dengan sikat (gerakan naik turun dan gerakan memutar)
  • Persilakan anak untuk membersihkan gambar dengan sikat gigi bekas
Mengasah Motorik Halus

Gosok-gosok dengan sikat gigi bekas


3.       Praktik Gosok Gigi

Praktik gosok gigi

Aspek perkembangan yang disasar
  • Motorik halus
  • Life-skill


Tujuan
  • Melatih anak untuk menggosok gigi sendiri
  • Melatih motorik halus anak dengan memegang sikat gigi dan gelas (atau botol) air


Alat yang dibutuhkan
  • Gelas atau botol berisi air bersih
  • Sikat gigi
  • Pasta gigi


Instruksi kegiatan
  • Ajak anak menaruh pasta gigi di sikat giginya
  • Beri contoh cara memegang sikat gigi yang benar
  • Beri contoh cara menggosok gigi yang benar
  • Persilakan anak untuk menggosok gigi sendiri dan berkumur setelah selesai


Beri contoh


Ide bermain lainnya dapat ditemukan di sini

Vlog lengkap dari kegiatan tersebut dapat dilihat di sini:



Novita



Sayur merupakan sumber ide yang kaya untuk dijadikan media bermain dan belajar bersama anak. Sayur memiliki banyak jenis. Selain itu, sayur memiliki berbagai warna warna, tekstur, cara tumbuh, tempat hidup, dan rasa.  Tadika An-Nur mengangkat sayur wortel untuk dijadikan tema playdate nya beberapa waktu yang lalu. Berikut kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk belajar tentang wortel :

1.       Bercerita Mengenai Fakta-Fakta Sayur Wortel

Belajar Tentang Wortel

Aspek perkembangan yang disasar
  • Kognitif
  • Bahasa


Tujuan
  • Menambah pengetahuan mengenai sayur wortel
  • Menambah kosakata terkait sayur wortel


Alat yang dibutuhkan
Buku, gambar, atau sayur wortel secara langsung

Instruksi kegiatan
Ceritakan mengenai sayur wortel yang memiliki kandungan vitamin A. Jelaskan fungsi dari vitamin A seperti untuk menjaga kesehatan mata, kesehatan kulit, dan menambah daya imunitas tubuh. Tunjukkan juga warna dari sayur wortel adalah oranye.

2.       Lagu tentang Warna Oranye

Aspek perkembangan yang disasar
  • Kognitif
  • Bahasa


Tujuan
  • menambah pengetahuan mengenai percampuran warna
  • menambah kosakata anak


Alat yang dibutuhkan
Iringan musik instrumental dari lagu “Are You Sleeping”

Instruksi kegiatan
Nyanyikan dengan nada lagu “Are You Sleeping”
“red and yellow, red and yellow
Together, together
Become orange colour, become orange colour
Like a carrot

Merah kuning, merah kuning
Bersama, bersama
Menjadi oranye, menjadi oranye
Seperti wortel, seperti wortel”

3.       Eksperimen Warna
Membuat Larutan Warna Kuning dan Merah

Mencampurkan Kedua Larutan Berwarna

Aduk Larutan Hingga Merata

Aspek perkembangan yang disasar
  • Kognitif
  • Sensori


Tujuan
  • Menunjukkan terbentuknya warna dari percampuran warna dasar
  • Menambah pengetahuan bahwa warna dapat terbentu dari percampuran warna-warna lain


Alat yang dibutuhkan
  • Gelas
  • Air
  • Pewarna makanan merah
  • Pewarna makanan kuning
  •  

Instruksi kegiatan
  • Buat larutan warna merah di satu gelas dan buat larutan warna kuning di gelas lainnya
  • Campurkan kedua larutan bewarna itu ke dalam gelas kosong lainnya (bisa dituang atau menggunakan pipet)
  • Tunjukkan pada anak mengenai perubahan warna yang terjadi
  • Jelaskan bahwa percampuran antar warna bisa menghasilkan warna baru


4.       Memanen Wortel

Aspek perkembangan yang disasar
  • Kognitif
  • Motorik halus
  • Sensori


Tujuan
  • Menambah pengetahuan anak mengenai cara tumbuh sayur wortel yaitu ke dalam tanah
  • Menstimulus perkembangan motorik halus anak dengan mencabut wortel
  • Menstimulus indra peraba anak saat menyentuk wortel yang hendak dicabutnya


Alat yang dibutuhkan
  • Kardus bekas
  • Cutter
  • Kain flanel warna oranye dan hijau
  • Lem atau peralatan jahit

Cara Membuat
  • Potong kain flanel menyerupai wortel
  • Lem atau jahit antara kain flanel hijau (daun) dan oranye (umbi wortel) menjadi satu
  • Buat lubang-lubang kecil di atas kardus
  • Masukkan replika wortel ke dalam lubang yang telah dibuat sampai hanya tampak “daun” saja

Instruksi kegiatan
  • Tunjukkan pada anak bagian “daun” wortel yang berada di atas tanah
  • Minta anak menebak apa yang ada di dalam tanah
  • Jelaskan bahwa wortel tumbuh ke dalam tanah, bukan di atas pohon atau merabat di atas tanah
  • Ajak anak untuk memanen wortel dengan cara mencabut “wortel” dari kardus
  • Jelaskan bahwa seperti itulah wortel dipanen


Jelaskan Wortel Hidup di Dalam Tanah

Memanen Wortel


5.       Menghias Wortel

Aspek perkembangan yang disasar
  • Motorik halus
  • Sensori
  • Life-skill


Tujuan
  • Menstimulus perkembangan motorik halus anak dengan memarut wortel
  • Menstimulus indra peraba anak dengan mengenalkan berbagai tekstur wortel (dari keras sebelum diparut dan menjadi lembek setelah diparut)
  • Mengajarkan keterampilan hidup yaitu memarut


Alat yang dibutuhkan
  • 1 buah wortel
  • Gambar wortel yang akan dihias
  • Lem
  • Alat parut anak (biasanya satu set dengan food maker untuk MPASI)

Instruksi kegiatan
  • Tunjukkan pada anak cara memarut wortel
  • Minta anak untuk mulai memarut, pastikan cara memarut anak sudah aman
  • Hentikan kegiatan memarut saat dirasa jumlah parutan sudah cukup atau anak sudah ingin berhenti
  • Ajak anak meletakkan lem di atas gambar wortel
  • Taburkan parutan wortel di atas gambar yang sudah dibaluri lem
  • Untuk bagian daun bisa diwarnai atau ditambahi daun asli yang direkatkan dengan lem


Memarut Wortel

Wah Asyik ya Memarut Wortel



Ide bermain lainnya dapat ditemukan di sini

Selain itu, anak juga bisa diajak untuk Senam Kelinci, untuk menambah pengetahuan bahwa kelinci suka memakan wortel. Senam Kelinci dan kegiatan lengkap Tadika An-Nur dapat disaksikan di vlog berikut ini:



Novita


Bermain Bersama Anak untuk Mengenal Wortel

10/11/19


Sayur merupakan sumber ide yang kaya untuk dijadikan media bermain dan belajar bersama anak. Sayur memiliki banyak jenis. Selain itu, sayur memiliki berbagai warna warna, tekstur, cara tumbuh, tempat hidup, dan rasa.  Tadika An-Nur mengangkat sayur wortel untuk dijadikan tema playdate nya beberapa waktu yang lalu. Berikut kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk belajar tentang wortel :

1.       Bercerita Mengenai Fakta-Fakta Sayur Wortel

Belajar Tentang Wortel

Aspek perkembangan yang disasar
  • Kognitif
  • Bahasa


Tujuan
  • Menambah pengetahuan mengenai sayur wortel
  • Menambah kosakata terkait sayur wortel


Alat yang dibutuhkan
Buku, gambar, atau sayur wortel secara langsung

Instruksi kegiatan
Ceritakan mengenai sayur wortel yang memiliki kandungan vitamin A. Jelaskan fungsi dari vitamin A seperti untuk menjaga kesehatan mata, kesehatan kulit, dan menambah daya imunitas tubuh. Tunjukkan juga warna dari sayur wortel adalah oranye.

2.       Lagu tentang Warna Oranye

Aspek perkembangan yang disasar
  • Kognitif
  • Bahasa


Tujuan
  • menambah pengetahuan mengenai percampuran warna
  • menambah kosakata anak


Alat yang dibutuhkan
Iringan musik instrumental dari lagu “Are You Sleeping”

Instruksi kegiatan
Nyanyikan dengan nada lagu “Are You Sleeping”
“red and yellow, red and yellow
Together, together
Become orange colour, become orange colour
Like a carrot

Merah kuning, merah kuning
Bersama, bersama
Menjadi oranye, menjadi oranye
Seperti wortel, seperti wortel”

3.       Eksperimen Warna
Membuat Larutan Warna Kuning dan Merah

Mencampurkan Kedua Larutan Berwarna

Aduk Larutan Hingga Merata

Aspek perkembangan yang disasar
  • Kognitif
  • Sensori


Tujuan
  • Menunjukkan terbentuknya warna dari percampuran warna dasar
  • Menambah pengetahuan bahwa warna dapat terbentu dari percampuran warna-warna lain


Alat yang dibutuhkan
  • Gelas
  • Air
  • Pewarna makanan merah
  • Pewarna makanan kuning
  •  

Instruksi kegiatan
  • Buat larutan warna merah di satu gelas dan buat larutan warna kuning di gelas lainnya
  • Campurkan kedua larutan bewarna itu ke dalam gelas kosong lainnya (bisa dituang atau menggunakan pipet)
  • Tunjukkan pada anak mengenai perubahan warna yang terjadi
  • Jelaskan bahwa percampuran antar warna bisa menghasilkan warna baru


4.       Memanen Wortel

Aspek perkembangan yang disasar
  • Kognitif
  • Motorik halus
  • Sensori


Tujuan
  • Menambah pengetahuan anak mengenai cara tumbuh sayur wortel yaitu ke dalam tanah
  • Menstimulus perkembangan motorik halus anak dengan mencabut wortel
  • Menstimulus indra peraba anak saat menyentuk wortel yang hendak dicabutnya


Alat yang dibutuhkan
  • Kardus bekas
  • Cutter
  • Kain flanel warna oranye dan hijau
  • Lem atau peralatan jahit

Cara Membuat
  • Potong kain flanel menyerupai wortel
  • Lem atau jahit antara kain flanel hijau (daun) dan oranye (umbi wortel) menjadi satu
  • Buat lubang-lubang kecil di atas kardus
  • Masukkan replika wortel ke dalam lubang yang telah dibuat sampai hanya tampak “daun” saja

Instruksi kegiatan
  • Tunjukkan pada anak bagian “daun” wortel yang berada di atas tanah
  • Minta anak menebak apa yang ada di dalam tanah
  • Jelaskan bahwa wortel tumbuh ke dalam tanah, bukan di atas pohon atau merabat di atas tanah
  • Ajak anak untuk memanen wortel dengan cara mencabut “wortel” dari kardus
  • Jelaskan bahwa seperti itulah wortel dipanen


Jelaskan Wortel Hidup di Dalam Tanah

Memanen Wortel


5.       Menghias Wortel

Aspek perkembangan yang disasar
  • Motorik halus
  • Sensori
  • Life-skill


Tujuan
  • Menstimulus perkembangan motorik halus anak dengan memarut wortel
  • Menstimulus indra peraba anak dengan mengenalkan berbagai tekstur wortel (dari keras sebelum diparut dan menjadi lembek setelah diparut)
  • Mengajarkan keterampilan hidup yaitu memarut


Alat yang dibutuhkan
  • 1 buah wortel
  • Gambar wortel yang akan dihias
  • Lem
  • Alat parut anak (biasanya satu set dengan food maker untuk MPASI)

Instruksi kegiatan
  • Tunjukkan pada anak cara memarut wortel
  • Minta anak untuk mulai memarut, pastikan cara memarut anak sudah aman
  • Hentikan kegiatan memarut saat dirasa jumlah parutan sudah cukup atau anak sudah ingin berhenti
  • Ajak anak meletakkan lem di atas gambar wortel
  • Taburkan parutan wortel di atas gambar yang sudah dibaluri lem
  • Untuk bagian daun bisa diwarnai atau ditambahi daun asli yang direkatkan dengan lem


Memarut Wortel

Wah Asyik ya Memarut Wortel



Ide bermain lainnya dapat ditemukan di sini

Selain itu, anak juga bisa diajak untuk Senam Kelinci, untuk menambah pengetahuan bahwa kelinci suka memakan wortel. Senam Kelinci dan kegiatan lengkap Tadika An-Nur dapat disaksikan di vlog berikut ini:



Novita



Buah memiliki beragam jenis. Pengenalan berbagai macam nama, warna, dan rasa dari buah-buahan dapat menambah kekayaan kosakata dan pengetahuan anak. Banyaknya jenis dan keragaman yang dimiliki oleh buah-buahan merupakan sumber inspirasi yang kaya untuk permainan anak. Kita bisa mencontoh ide yang telah dijalankan oleh Tadika An-Nur dalam playdate mereka. Berikut kegiatan bermain yang telah dilakukan bertema buah jeruk :

1.       Bercerita Mengenai Fakta-Fakta Buah Jeruk
Menjelaskan Manfaat Buah Jeruk

Aspek perkembangan yang disasar
Kognitif
Bahasa

Tujuan
Menambah pengetahuan mengenai buah jeruk
Menambah kosakata terkait buah jeruk

Alat yang dibutuhkan
Buku, gambar, atau buah jeruk secara langsung

Instruksi kegiatan
Ceritakan mengenai kandungan yang dimiliki buah jeruk yaitu vitamin C, serta manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Bisa dikembangkan dengan menceritakan macam buah jeruk, cara memakan, atau olahan lain dari buah jeruk. Sebisa mungkin masukkan beragam kosakata terkait buah jeruk untuk memperkaya perbendaharaan kata yang dimiliki anak seperti: manis, asam, warna hijau, warnai oranye, licin, lembut, kasar, dsb.

2.       Lagu tentang Warna Oranye

Aspek perkembangan yang disasar
Kognitif
Bahasa

Tujuan
menambah pengetahuan mengenai percampuran warna
menambah kosakata anak

Alat yang dibutuhkan
Iringan musik instrumental dari lagu “Are You Sleeping”

Instruksi kegiatan

Nyanyikan dengan nada lagu “Are You Sleeping”
“red and yellow, red and yellow
Together, together
Become orange colour, become orange colour
Like an orange fruit

Merah kuning, merah kuning
Bersama, bersama
Menjadi oranye, menjadi oranye
Seperti jeruk, seperti jeruk”

3.     Membuat Minuman Jeruk Peras

 
Memeras Jeruk
Aspek perkembangan yang disasar
Kognitif
Motorik halus
Sensori
Kemandirian

Tujuan
Menambah pengetahuan anak mengenai tahapan membuat air jeruk
Menstimulus perkembangan motorik halus anak dengan kegiatan memeras dan menyaring
Menstimulus indra perasa anak dengan rasa dari air jeruk yang telah dibuat
Anak belajar membuat minuman sendiri

Alat yang dibutuhkan
Gelas
Pemeras jeruk atau saringan teh
Gula
Air putih matang

Instruksi kegiatan
Tunjukkan kepada anak terlebih dahulu mengenai cara memeras jeruk yang sudah dibelah
Bagikan pada anak minimal 1 buah jeruk untuk diperas
Bimbing jika anak menemui kesulitan
Tambahkan air putih matang secukupnya
Minta anak merasakan air jeruk yang telah dibuatnya
Tanyakan rasa dari air jeruk tersebut dan tanyakan pendapat anak apakah perlu menambahkan gula atau tidak
Puji usaha anak dalam membuat air jeruk yang teah dilakukannya

Menstimulus Motorik Halus

Melatih Kemandirian Anak


Ide bermain lainnya dapat ditemukan di sini

Vlog lengkap dari kegiatan tersebut dapat dilihat di sini:



Novita


Bermain Bersama Anak Menggunakan Buah Jeruk

07/11/19


Buah memiliki beragam jenis. Pengenalan berbagai macam nama, warna, dan rasa dari buah-buahan dapat menambah kekayaan kosakata dan pengetahuan anak. Banyaknya jenis dan keragaman yang dimiliki oleh buah-buahan merupakan sumber inspirasi yang kaya untuk permainan anak. Kita bisa mencontoh ide yang telah dijalankan oleh Tadika An-Nur dalam playdate mereka. Berikut kegiatan bermain yang telah dilakukan bertema buah jeruk :

1.       Bercerita Mengenai Fakta-Fakta Buah Jeruk
Menjelaskan Manfaat Buah Jeruk

Aspek perkembangan yang disasar
Kognitif
Bahasa

Tujuan
Menambah pengetahuan mengenai buah jeruk
Menambah kosakata terkait buah jeruk

Alat yang dibutuhkan
Buku, gambar, atau buah jeruk secara langsung

Instruksi kegiatan
Ceritakan mengenai kandungan yang dimiliki buah jeruk yaitu vitamin C, serta manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Bisa dikembangkan dengan menceritakan macam buah jeruk, cara memakan, atau olahan lain dari buah jeruk. Sebisa mungkin masukkan beragam kosakata terkait buah jeruk untuk memperkaya perbendaharaan kata yang dimiliki anak seperti: manis, asam, warna hijau, warnai oranye, licin, lembut, kasar, dsb.

2.       Lagu tentang Warna Oranye

Aspek perkembangan yang disasar
Kognitif
Bahasa

Tujuan
menambah pengetahuan mengenai percampuran warna
menambah kosakata anak

Alat yang dibutuhkan
Iringan musik instrumental dari lagu “Are You Sleeping”

Instruksi kegiatan

Nyanyikan dengan nada lagu “Are You Sleeping”
“red and yellow, red and yellow
Together, together
Become orange colour, become orange colour
Like an orange fruit

Merah kuning, merah kuning
Bersama, bersama
Menjadi oranye, menjadi oranye
Seperti jeruk, seperti jeruk”

3.     Membuat Minuman Jeruk Peras

 
Memeras Jeruk
Aspek perkembangan yang disasar
Kognitif
Motorik halus
Sensori
Kemandirian

Tujuan
Menambah pengetahuan anak mengenai tahapan membuat air jeruk
Menstimulus perkembangan motorik halus anak dengan kegiatan memeras dan menyaring
Menstimulus indra perasa anak dengan rasa dari air jeruk yang telah dibuat
Anak belajar membuat minuman sendiri

Alat yang dibutuhkan
Gelas
Pemeras jeruk atau saringan teh
Gula
Air putih matang

Instruksi kegiatan
Tunjukkan kepada anak terlebih dahulu mengenai cara memeras jeruk yang sudah dibelah
Bagikan pada anak minimal 1 buah jeruk untuk diperas
Bimbing jika anak menemui kesulitan
Tambahkan air putih matang secukupnya
Minta anak merasakan air jeruk yang telah dibuatnya
Tanyakan rasa dari air jeruk tersebut dan tanyakan pendapat anak apakah perlu menambahkan gula atau tidak
Puji usaha anak dalam membuat air jeruk yang teah dilakukannya

Menstimulus Motorik Halus

Melatih Kemandirian Anak


Ide bermain lainnya dapat ditemukan di sini

Vlog lengkap dari kegiatan tersebut dapat dilihat di sini:



Novita



Angin merupakan fenomena alam yang perlu dikenal oleh anak. Dengan memahami fenomena alam tersebut, kita bisa mengajarkan rasa syukur dengan adanya keseimbangan alam yang telah Dikaruniakan pada manusia. Berkenaan dengan belajar mengenai angin, Tadika An-Nur mengangkat tema mengenai “Angin Tornado” pada salah satu playdate-nya. Berikut ide bermain yang bisa direplika atau dimodifikasi di rumah:

1. Senam Tornado
Senam Tornado

Aspek perkembangan yang disasar
Motorik Kasar

Tujuan
Memberikan stimulus terhadap keseimbangan badan

Alat yang dibutuhkan
-

Instruksi kegiatan
  • Angkat kaki kanan ke depan
  • Rentangkan tangan
  • Ayo berputar
  • Ulangi lagi dengan kaki kiri yang diletakkan ke depan


Letak Kaki ke Depan, Rentangkan Tangan

Berputar Seperti Tornado


2.    Storytelling “Angin Tornado”
Bercerita Mengenai Angin Tornado

Aspek perkembangan yang disasar
Kognitif

Tujuan
  • Menambah pengetahuan anak mengenai jenis angin yaitu angin tornado
  • Menambah pengetahuan anak mengenai manfaat angin
  • Mengajarkan doa ketika datang angin besar


Alat yang dibutuhkan
  • Buku, gambar, atau video mengenai angin tornado
  • Bisa juga membaca info mengenai angin tornado dari sini


Instruksi kegiatan
  • Ceritakan terlebih dahulu mengenai angin yang mendatangkan manfaat
  • Stimulus anak untuk mencari manfaat angin
  • Kenalkan mengenai angin tornado
  • Jelaskan mengenai bahaya angin tornado
  • Ajarkan doa ketika datang angin besar
  • Ulangi beberapa kali doa tersebut dan minta anak menirukan


3.    Membuat Angin Tornado (ide kegiatan dari @sahabatanak.id)

Membuat Angin Tornado

Aspek perkembangan yang disasar
  • Visual
  • Motorik Halus
  • Sensori


Tujuan
  • Menampilkan replika dari angin tornado
  • Mengenalkan warna
  • Menstimulus indra peraba anak dengan meraba glitter dan sabun
  • Menstimulus otot tangan anak dengan mengocok botol


Alat yang dibutuhkan
  • Botol bening dan transparan
  • Sabun cuci piring
  • Glitter warna-warni
  • Air


Instruksi kegiatan
  • Masukkan air ke dalam botol (tidak perlu sampai penuh)
  • Masukkan kira-kira 1 sampai 2 sendok sabun cuci piring
  • Masukkan kira-kira setengah sendok teh glitter (tanyakan pada anak warna apa yang diinginkannya)
  • Tutup botol kemudian kocok
  • Tunjukkan bahwa gulungan glitter menyerupai angin tornado (video dapat dilihat di sini)

 
Angin Tornado dalam Botol

temukan ide bermain lainnya di sini

Novita



Ide Bermain Anak Bertema Angin Tornado

06/11/19


Angin merupakan fenomena alam yang perlu dikenal oleh anak. Dengan memahami fenomena alam tersebut, kita bisa mengajarkan rasa syukur dengan adanya keseimbangan alam yang telah Dikaruniakan pada manusia. Berkenaan dengan belajar mengenai angin, Tadika An-Nur mengangkat tema mengenai “Angin Tornado” pada salah satu playdate-nya. Berikut ide bermain yang bisa direplika atau dimodifikasi di rumah:

1. Senam Tornado
Senam Tornado

Aspek perkembangan yang disasar
Motorik Kasar

Tujuan
Memberikan stimulus terhadap keseimbangan badan

Alat yang dibutuhkan
-

Instruksi kegiatan
  • Angkat kaki kanan ke depan
  • Rentangkan tangan
  • Ayo berputar
  • Ulangi lagi dengan kaki kiri yang diletakkan ke depan


Letak Kaki ke Depan, Rentangkan Tangan

Berputar Seperti Tornado


2.    Storytelling “Angin Tornado”
Bercerita Mengenai Angin Tornado

Aspek perkembangan yang disasar
Kognitif

Tujuan
  • Menambah pengetahuan anak mengenai jenis angin yaitu angin tornado
  • Menambah pengetahuan anak mengenai manfaat angin
  • Mengajarkan doa ketika datang angin besar


Alat yang dibutuhkan
  • Buku, gambar, atau video mengenai angin tornado
  • Bisa juga membaca info mengenai angin tornado dari sini


Instruksi kegiatan
  • Ceritakan terlebih dahulu mengenai angin yang mendatangkan manfaat
  • Stimulus anak untuk mencari manfaat angin
  • Kenalkan mengenai angin tornado
  • Jelaskan mengenai bahaya angin tornado
  • Ajarkan doa ketika datang angin besar
  • Ulangi beberapa kali doa tersebut dan minta anak menirukan


3.    Membuat Angin Tornado (ide kegiatan dari @sahabatanak.id)

Membuat Angin Tornado

Aspek perkembangan yang disasar
  • Visual
  • Motorik Halus
  • Sensori


Tujuan
  • Menampilkan replika dari angin tornado
  • Mengenalkan warna
  • Menstimulus indra peraba anak dengan meraba glitter dan sabun
  • Menstimulus otot tangan anak dengan mengocok botol


Alat yang dibutuhkan
  • Botol bening dan transparan
  • Sabun cuci piring
  • Glitter warna-warni
  • Air


Instruksi kegiatan
  • Masukkan air ke dalam botol (tidak perlu sampai penuh)
  • Masukkan kira-kira 1 sampai 2 sendok sabun cuci piring
  • Masukkan kira-kira setengah sendok teh glitter (tanyakan pada anak warna apa yang diinginkannya)
  • Tutup botol kemudian kocok
  • Tunjukkan bahwa gulungan glitter menyerupai angin tornado (video dapat dilihat di sini)

 
Angin Tornado dalam Botol

temukan ide bermain lainnya di sini

Novita



Es merupakan salah satu media bermain yang bisa menarik perhatian anak. Selain itu, es juga dapat menjadi sumber stimulus bagi perkembangan kognitif, sensori, dan motorik anak. TadikaAn-Nur mengangkat tema “Ice Age” pada salah satu playdate yang mereka lakukan beberapa waktu yang lalu. Media bermain utama yang mereka gunakan adalah es batu. Berikut ide-ide bermain menggunakan es batu yang bisa Ayah Bunda lakukan dengan anak-anak di rumah:

1.  Story telling tentang Ice Age (Jaman Es)

Bercerita Tentang Jaman Es


Aspek perkembangan yang disasar
Kognitif

Tujuan
Menambah pengetahuan mengenai jaman es

Alat yang dibutuhkan
buku atau gambar yang berkaitan dengan jaman es

Instruksi kegiatan
Ceritakan mengenai jaman es dengan bantuan cerita yang dapat dibaca dibuku. Bisa juga mengelaborasikan informasi-informasi yang didapat mengenai jaman es kemudian diceritakan kembali dengan bantuan gambar (bisa baca tentang jaman es di sini). Cerita atau penjelasan kurang lebih mengenai suhu bumi yang turun sangat rendah dan sebagian besar bumi diselimuti es. Bisa juga diceritakan mengenai hewan-hewan yang hidup di jaman es tersebut.

2.    Save The Animal

Menyelamatkan Hewan dari Es

Aspek perkembangan yang disasar

  • Kognitif
  • Sensori
  • Motorik halus

Tujuan

  • menambah pengetahuan mengenai suhu (panas dan dingin)
  • suhu (dingin dari es) dapat menstimulus sensori anak, lewat suhu yang ditransfer lewat kulit, anak memahami perbedaan suhu. Tekstur dari es dan air juga dapat menstimulus perkembangan indra taktil (peraba).
  • memegang sendok, garpu, dan gelas merupakan stimulus untuk perkembangan motorik halus

Save The Animal

Alat yang dibutuhkan

  • Miniatur hewan dan tumbuhan (bisa yang relevan dengan jaman es atau yang sudah dipunyai saja di rumah)
  • Mangkok
  • Gelas
  • Sendok atau garpu
  • Perwarna makanan
Instruksi kegiatan

  • Bekukan miniatur hewan dan tumbuhan ke dalam tempat-tempat kecil atau plastik. Beri pewarna makanan ke dalam air yang digunakan untuk membekukan miniatur. Anda bisa juga menambahkan gula dan garam ke dalam air yang sudah berwarna untuk mengetahui perbedaan efeknya dengan yang tidak dicampur.
  • Minta anak-anak mengisi gelas dengan air (bisa juga ditambah alat-alat lain seperti menggunakan penyemprot, pipet, dan media penampung air lainnya).
  • Letakkan miniatur yang sudah dibekukan ke dalam mangkok.
  • Minta anak menyelamatkan miniatur hewan dengan air dan alat-alat yang sudah tersedia.
  • Beri arahan pada anak jika ia menemui kesulitan.
  • Setelah selesai mencairkan es, tanyakan nama-nama hewan apa saja yang sudah berhasil diselamatkan.
  • Jelaskan bahwa kita harus banyak bersyukur karena Dikaruniai lingkungan yang nyaman untuk tempat tinggal kita, tidak seperti hewan-hewan yang dapat membeku dikarenakan hidup di temapat atau jaman yang suhunya sangat dingin.

Yeaayy aku berhasil!!!
Ide bermain lainnya dapat dibaca di sini

Novita

Ide Bermain Anak Dengan Media Es

Es merupakan salah satu media bermain yang bisa menarik perhatian anak. Selain itu, es juga dapat menjadi sumber stimulus bagi perkembangan kognitif, sensori, dan motorik anak. TadikaAn-Nur mengangkat tema “Ice Age” pada salah satu playdate yang mereka lakukan beberapa waktu yang lalu. Media bermain utama yang mereka gunakan adalah es batu. Berikut ide-ide bermain menggunakan es batu yang bisa Ayah Bunda lakukan dengan anak-anak di rumah:

1.  Story telling tentang Ice Age (Jaman Es)

Bercerita Tentang Jaman Es


Aspek perkembangan yang disasar
Kognitif

Tujuan
Menambah pengetahuan mengenai jaman es

Alat yang dibutuhkan
buku atau gambar yang berkaitan dengan jaman es

Instruksi kegiatan
Ceritakan mengenai jaman es dengan bantuan cerita yang dapat dibaca dibuku. Bisa juga mengelaborasikan informasi-informasi yang didapat mengenai jaman es kemudian diceritakan kembali dengan bantuan gambar (bisa baca tentang jaman es di sini). Cerita atau penjelasan kurang lebih mengenai suhu bumi yang turun sangat rendah dan sebagian besar bumi diselimuti es. Bisa juga diceritakan mengenai hewan-hewan yang hidup di jaman es tersebut.

2.    Save The Animal

Menyelamatkan Hewan dari Es

Aspek perkembangan yang disasar

  • Kognitif
  • Sensori
  • Motorik halus

Tujuan

  • menambah pengetahuan mengenai suhu (panas dan dingin)
  • suhu (dingin dari es) dapat menstimulus sensori anak, lewat suhu yang ditransfer lewat kulit, anak memahami perbedaan suhu. Tekstur dari es dan air juga dapat menstimulus perkembangan indra taktil (peraba).
  • memegang sendok, garpu, dan gelas merupakan stimulus untuk perkembangan motorik halus

Save The Animal

Alat yang dibutuhkan

  • Miniatur hewan dan tumbuhan (bisa yang relevan dengan jaman es atau yang sudah dipunyai saja di rumah)
  • Mangkok
  • Gelas
  • Sendok atau garpu
  • Perwarna makanan
Instruksi kegiatan

  • Bekukan miniatur hewan dan tumbuhan ke dalam tempat-tempat kecil atau plastik. Beri pewarna makanan ke dalam air yang digunakan untuk membekukan miniatur. Anda bisa juga menambahkan gula dan garam ke dalam air yang sudah berwarna untuk mengetahui perbedaan efeknya dengan yang tidak dicampur.
  • Minta anak-anak mengisi gelas dengan air (bisa juga ditambah alat-alat lain seperti menggunakan penyemprot, pipet, dan media penampung air lainnya).
  • Letakkan miniatur yang sudah dibekukan ke dalam mangkok.
  • Minta anak menyelamatkan miniatur hewan dengan air dan alat-alat yang sudah tersedia.
  • Beri arahan pada anak jika ia menemui kesulitan.
  • Setelah selesai mencairkan es, tanyakan nama-nama hewan apa saja yang sudah berhasil diselamatkan.
  • Jelaskan bahwa kita harus banyak bersyukur karena Dikaruniai lingkungan yang nyaman untuk tempat tinggal kita, tidak seperti hewan-hewan yang dapat membeku dikarenakan hidup di temapat atau jaman yang suhunya sangat dingin.

Yeaayy aku berhasil!!!
Ide bermain lainnya dapat dibaca di sini

Novita

Kegiatan bermain seringkali di-underestimate. Ketika bermain, anak tampak tidak produktif. Anak terlihat “hanya” bernyanyi, lari-lari, kotor-kotoran, atau memberantakkan sekitarnya. Secara umum, anak tampak tidak mengalami adanya pertambahan pengetahuan atau keterampilan. Pandangan ini bertolak belakang dengan pernyataan dari Albert Einstein yaitu: play is the highest form of research(bermain adalah bentuk kegiatan meneliti yang paling tinggi).

Pernyataan Eisntein tersebut benar adanya. Bermain adalah salah satu kegiatan yang alamiah bagi anak-anak. Mereka dapat mengembangkan berbagai keterampilan lewat kegiatan bermain yang di kemudian hari mendukung perkembangan fisik, kognitif, emosional, dan sosial anak. Dengan besarnya manfaat yang didapat anak lewat kegiatan bermain, sudah selaiknya orang tua memberikan kesempatan anak mengeksplore dirinya melalui kegiatan bermain baik terstruktur maupun tidak terstruktur.

Fun Cooking

Dengan pesatnya perkembangan teknologi, kesadaran akan pentingnya kegiatan bermain untuk anak semakin meningkat kian hari. Banyak orang tua yang kemudian merancang kegiatan bermain untuk menstimulasi anak dari usia dini. Ada yang melakukannya secara mandiri, bersama-sama dalam suatu komunitas, ataupun mengikutkan ke dalam kelas-kelas stimulasi. Sebagai contoh adalah Rumah Dandelion dan Institut Ibu Profesional.

Sebagian orang tua mungkin mengalami kesulitan untuk memulai sendiri di rumah atau mencari komunitas yang bisa menaungi niat memberikan stimulasi dini. Salah satu solusi yang dapat ditempuh adalah bersama-sama lingkungan sekitar atau komunitas yang sudah diikuti untuk menyelenggarakan aktivitas-aktivitas stimulasi untuk anak. Sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Rumah Bermain Gemintang dan Tadika An-Nur dalam membentuk kegiatan pendidikan untuk anak usia dini yang berbasis komunitas. Lalu....bagaimana memulainya?

1.       Mengajak orang tua lain yang memiliki keinginan yang sama
Ungkapkan keinginan yang sudah dimiliki untuk membuat kegiatan stimulasi atau edukasi kepada orang-orang yang dekat secara wilayah dengan Anda. Misalnya di lingkungan rumah atau komunitas yang satu area (kecamatan, kota, atau kabupaten). Kesamaan wilayah akan memudahkan akses dalam berkoordinasi dan memilih tempat kegiatan. Jika Anda memiliki keinginan tetapi tidak diungkapkan maka pihak lain yang memiliki keinginan serupa tidak akan mengetahuinya. Menemukan teman yang memiliki pengalaman mengajar merupakan suatu kelebihan, akan tetapi tidak perlu terpatok pada hal tersebut. Semua bisa melakukan jika memiliki keinginan untuk belajar, lagipula sekarang sudah banyak media untuk belajar.

2.       Menentukan tujuan dan konsep
Tujuan utamanya kurang lebih memberikan kegiatan yang edukatif dan bermanfaat bagi anak-anak. Tetapi tujuan tersebut bisa berubah atau dimodifikasi sesuai dengan perkembangan jalannya diskusi dengan teman-teman yang lain. Konsep kegiatan bisa seperti Rumah Bermain Gemintang yaitu menjadi mitra orang tua dalam membersamai anak bermain. RBG menyelenggarakan kegiatan stimulasi dan berbagi ide pada orang tua mengenai kegiatan bermain yang bisa dilakukan dalam jangka waktu satu minggu setelahnya. Sedangan Tadika An-Nur memutuskan menjadi wadah atau fasilitator dalam memberikan kegiatan stimulasi.

Membuat Angin Tornado

3.       Merancang rencana kegiatan
Rencana kegiatan akan lebih baik dirancang mirip seperti kurikulum, akan tetapi jika Anda dan komunitas tidak ada yang memiliki latar belakang pendidikan atau pengalaman dalam membuatnya maka dapat direncanakan secara sederhana. Poin-poin penting yang perlu dicakup dalam membuat rencana kegiatan adalah
  • Durasi (lamanya kegiatan berlangsung)
  •  Tujuan kegiatan (misalnya menstimulasi motorik halus, menstimulasi motorik kasar, menambah kosakata, menambah pengetahuan, dll)
  •  Cara melakukan kegiatan (misalnya bernyanyi, mewarnai, senam, menari, menyortir benda, dll)
  •  Alat yang dibutuhkan


Dapat juga ditambahkan indikator keberhasilan jika dalam rencana jangka panjang akan dilakukan evaluasi terhadap peserta yang ikut. Contoh rencana kegiatan dapat dilihat dan diunduh di sini, seperti yang dibuat oleh Tadika An-Nur.

Bagaimana jika diantara kami sama sekali tidak ada yang punya pengalaman merancang dan mengajar? Saat ini akses media dan informasi sudah sangat pesat, kita bisa belajar dan mencari ide dengan mudah. Berikut rekomendasi beberapa laman dan media sosial yang bisa menjadi referensi:



4.       Sounding ke kelompok yang lebih besar
Setelah memiliki konsep dan rencana mengenai kegiatan yang akan diselenggarakan, Anda dapat sounding atau mengungkapkan ke kelompok yang lebih besar. Tujuannya adalah mengajak lebih banyak anak dan orang tua untuk ikut dalam kegiatan. Tentukan batasan besar atau luasnya kelompok yang akan diajak. Hal tersebut tentu berdasar taksiran kemampuan Anda dan komunitas Anda dalam mengakomodasi semua peserta yang ikut.

5.       Just do it!
Sangat wajar jika Anda masih ragu, misalnya takut tidak direspon positif, tidak menemukan teman, atau belum punya pengalaman. Tetapi percayalah, jikasuatu hal diniatkan untuk sesuatu yang baik maka akan mendapat resonansi positif juga dari sekitar. Mantapkan niat Anda, take a deep breath, and just do it!

Novita

Membentuk Pendidikan Usia Dini Berbasis Komunitas: Langkah dan Tips

29/10/19


Kegiatan bermain seringkali di-underestimate. Ketika bermain, anak tampak tidak produktif. Anak terlihat “hanya” bernyanyi, lari-lari, kotor-kotoran, atau memberantakkan sekitarnya. Secara umum, anak tampak tidak mengalami adanya pertambahan pengetahuan atau keterampilan. Pandangan ini bertolak belakang dengan pernyataan dari Albert Einstein yaitu: play is the highest form of research(bermain adalah bentuk kegiatan meneliti yang paling tinggi).

Pernyataan Eisntein tersebut benar adanya. Bermain adalah salah satu kegiatan yang alamiah bagi anak-anak. Mereka dapat mengembangkan berbagai keterampilan lewat kegiatan bermain yang di kemudian hari mendukung perkembangan fisik, kognitif, emosional, dan sosial anak. Dengan besarnya manfaat yang didapat anak lewat kegiatan bermain, sudah selaiknya orang tua memberikan kesempatan anak mengeksplore dirinya melalui kegiatan bermain baik terstruktur maupun tidak terstruktur.

Fun Cooking

Dengan pesatnya perkembangan teknologi, kesadaran akan pentingnya kegiatan bermain untuk anak semakin meningkat kian hari. Banyak orang tua yang kemudian merancang kegiatan bermain untuk menstimulasi anak dari usia dini. Ada yang melakukannya secara mandiri, bersama-sama dalam suatu komunitas, ataupun mengikutkan ke dalam kelas-kelas stimulasi. Sebagai contoh adalah Rumah Dandelion dan Institut Ibu Profesional.

Sebagian orang tua mungkin mengalami kesulitan untuk memulai sendiri di rumah atau mencari komunitas yang bisa menaungi niat memberikan stimulasi dini. Salah satu solusi yang dapat ditempuh adalah bersama-sama lingkungan sekitar atau komunitas yang sudah diikuti untuk menyelenggarakan aktivitas-aktivitas stimulasi untuk anak. Sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Rumah Bermain Gemintang dan Tadika An-Nur dalam membentuk kegiatan pendidikan untuk anak usia dini yang berbasis komunitas. Lalu....bagaimana memulainya?

1.       Mengajak orang tua lain yang memiliki keinginan yang sama
Ungkapkan keinginan yang sudah dimiliki untuk membuat kegiatan stimulasi atau edukasi kepada orang-orang yang dekat secara wilayah dengan Anda. Misalnya di lingkungan rumah atau komunitas yang satu area (kecamatan, kota, atau kabupaten). Kesamaan wilayah akan memudahkan akses dalam berkoordinasi dan memilih tempat kegiatan. Jika Anda memiliki keinginan tetapi tidak diungkapkan maka pihak lain yang memiliki keinginan serupa tidak akan mengetahuinya. Menemukan teman yang memiliki pengalaman mengajar merupakan suatu kelebihan, akan tetapi tidak perlu terpatok pada hal tersebut. Semua bisa melakukan jika memiliki keinginan untuk belajar, lagipula sekarang sudah banyak media untuk belajar.

2.       Menentukan tujuan dan konsep
Tujuan utamanya kurang lebih memberikan kegiatan yang edukatif dan bermanfaat bagi anak-anak. Tetapi tujuan tersebut bisa berubah atau dimodifikasi sesuai dengan perkembangan jalannya diskusi dengan teman-teman yang lain. Konsep kegiatan bisa seperti Rumah Bermain Gemintang yaitu menjadi mitra orang tua dalam membersamai anak bermain. RBG menyelenggarakan kegiatan stimulasi dan berbagi ide pada orang tua mengenai kegiatan bermain yang bisa dilakukan dalam jangka waktu satu minggu setelahnya. Sedangan Tadika An-Nur memutuskan menjadi wadah atau fasilitator dalam memberikan kegiatan stimulasi.

Membuat Angin Tornado

3.       Merancang rencana kegiatan
Rencana kegiatan akan lebih baik dirancang mirip seperti kurikulum, akan tetapi jika Anda dan komunitas tidak ada yang memiliki latar belakang pendidikan atau pengalaman dalam membuatnya maka dapat direncanakan secara sederhana. Poin-poin penting yang perlu dicakup dalam membuat rencana kegiatan adalah
  • Durasi (lamanya kegiatan berlangsung)
  •  Tujuan kegiatan (misalnya menstimulasi motorik halus, menstimulasi motorik kasar, menambah kosakata, menambah pengetahuan, dll)
  •  Cara melakukan kegiatan (misalnya bernyanyi, mewarnai, senam, menari, menyortir benda, dll)
  •  Alat yang dibutuhkan


Dapat juga ditambahkan indikator keberhasilan jika dalam rencana jangka panjang akan dilakukan evaluasi terhadap peserta yang ikut. Contoh rencana kegiatan dapat dilihat dan diunduh di sini, seperti yang dibuat oleh Tadika An-Nur.

Bagaimana jika diantara kami sama sekali tidak ada yang punya pengalaman merancang dan mengajar? Saat ini akses media dan informasi sudah sangat pesat, kita bisa belajar dan mencari ide dengan mudah. Berikut rekomendasi beberapa laman dan media sosial yang bisa menjadi referensi:



4.       Sounding ke kelompok yang lebih besar
Setelah memiliki konsep dan rencana mengenai kegiatan yang akan diselenggarakan, Anda dapat sounding atau mengungkapkan ke kelompok yang lebih besar. Tujuannya adalah mengajak lebih banyak anak dan orang tua untuk ikut dalam kegiatan. Tentukan batasan besar atau luasnya kelompok yang akan diajak. Hal tersebut tentu berdasar taksiran kemampuan Anda dan komunitas Anda dalam mengakomodasi semua peserta yang ikut.

5.       Just do it!
Sangat wajar jika Anda masih ragu, misalnya takut tidak direspon positif, tidak menemukan teman, atau belum punya pengalaman. Tetapi percayalah, jikasuatu hal diniatkan untuk sesuatu yang baik maka akan mendapat resonansi positif juga dari sekitar. Mantapkan niat Anda, take a deep breath, and just do it!

Novita

Instagram