SOCIAL MEDIA

Mengapa Aku Tidak Bisa Dekat dengan Anakku?

23/03/18


Sebagian dari kita mungkin berpikir bahwa ketika kita mengisi rumah dengan mainan sebagai pengganti ketidakhadiran kita dirumah. Kita menggunakan kejutan pada si kecil sebuah mainan yang mereka sukai untuk menggantikan rasa bersalah kita karena tidak bisa hadir bersama mereka. Setiap harinya kita dipenuhi dengan kesibukan yang bisa menyabotase keterikatan emosi kita dengan anak-anak. Sebuah dilema, pengorbanan kita untuk kebahagiaan anak telah menyita waktu kita bersama mereka. Namun jika terus menerus dilakukan dan menggerus waktu yang berkualitas antara kita dengan anak, kebiasaan ini bisa menghilangkan koneksi orangtua dengan anak-anak. berikut adalah kebiasaan yang tampak sepele namun berpotensi menjauhkan hubungan kita dengan anak.
1.    Menggunakan teknologi di depan anak.

Kita membawa gawai kita kemanapun kita berada untuk mempermudah mengecek pesan dan koneksi kita dengan media sosial. Untuk 1 atau 2 menit saja. Namun beberapa menit yang kita tunjukkan kepada mereka menunjukkan bahwa keberadaan kita bersama mereka tidak begitu berharga karena terganggunya perhatian kita karena gawai (meskipun kita tidak berpikir begitu).
Orang tua yang menghabiskan banyak wktunya di depan elektronikk alat. Bisa memunculkan perilaku negatif anak untuk mendapatkan perhatian dari orang tuanya, menurut Rebecca Ziff, LCSW, seorang psikoterapis yang spesialis dibidang anak, remaja dan keluarga.
Cobalah untuk meninggalkan ponsel di tempat yang jauh dari jangkauan, meskipun anda berpikir tidak masalah jika diberikan di saku, dan hanya melihat sebentar itu akan menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Lebih baik menyediakan waktu yang berkualitas dengan anak tanpa gawai.
2.    Membawa Pekerjaan saat bersama anak



Sulit bagi orangtua modern untu benar-benar melepaskan diri dari pekerjaan. Meskipun kita sudah berada di rumah. Buatlah batasan pekerjaan ketika sedang ada di rumah. Ketika memang harus merespon pesan terkait tentang pekerjaaan, maka balaslah email dengan waktu yang sudah anda jadwalkan dan kemudian segeralah mengakhiri pekerjaan tersebut
3.    Tidak peduli dengan diri sendiri

Menurut Ziff, sangat sulit menyesuaikan diri dengan kebutuhan orang lain bila kebutuhan kita sendiri tidak terpenuhi. Energi kita berkurang , mudah kesal dan sensitif, lelah, stres dan akan menjadi waktu yang sulit untuk menikmati waktu bersama anak.
Kenali kebutuhan kita dan cara kita untuk mencapainya. Jika itu tampak sangat luar biasa, maka kenali satu kebutuhan mendesak – seperti tidur, bimbingan spiritul, gerakan, makanan, nutrisi dan berikan itu pada diri kita sendiri terlebih dahulu.

4.    Mengganti kehadiran dengan hadiah





Terlalu sering ortu menghabiskan banyak uang untuk membelikan anak hadiah dan tidak dibarengi dengan quality time yang cukup dapat menjauhkan ikatan orang tua dengan anak.


5.    Membandingkan dengan anak lain atau anda di masa kecil

Hargai perasaan anak anda dan pengalaman mereka dengan tidak menjadi sok tahu. Bagaimanapun setiap orang berbeda secara emosi dan pengalaman. Setiap orang layak untuk merasakan apa yang mereka rasakan. Kita tdak perlu menge-judge bahwa apa yang mereka rasakan tidak perlu.
6.    Menggunakan pertanyaan tertutup
Kuncinya adalah menggunakan pertanyaan terbuka dan tidak langsung mengambil kesimpulan terlalu cepat. Dengan menggunakan pertaanyaan terbuka akan membuat anak tidak merasa diinterogasi.

Sekali lagi. Koneksi dengan anak kita akan terjadi ketika kita mampu mendengarkan mereka. Pada akhirnya keterikatan emosional adalah hadiah terbesar anda kepada anak anda. Baik kita melakukannya dalam waktu satu jam, atau beberapa menit dalam sehari. Tetapi jika kita rutin melakukannya maka akan ada perubahan yang berarti dalam hubungan kita dengan anak.
Koneksi adalah hal yang dibutuhkan dalam hidup. Hubungan orang tua dan anak adalah hal yang spesial, namun hubungan ini membutuhkan pemeliharaan yang konsisten.
Keterhubungan adalah kebutuhan dasar untuk setiap orang, dan membuat koneksi fisik dan emosi dengan orang tua adalah hal yang benar-benar dibutuhkan oleh anak. Menghadapi disconnected relationship, anak dapat memiliki keccemasan, rasa tidak aman, kesalahpahaman, marah dan perasaan negatif lainnya. Memilki koneksi yang kuat akan membuatkan perasaan yang positif seperti penerimaan, merasa diperhatikan yang akan membantu anak memilih perilaku yang baik.


Sumber :

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Instagram